Mencari nama untuk buah hati
tidak hanya sekadar menggabungkan nama Anda dan pasangan atau nama keluarga.
Kadang Anda harus membaca berbagai macam buku nama bayi atau berselancar di
internet untuk menemukan perpaduan nama yang cocok. Menurut Laura Watenberg,
penulis The Baby Name Wizzard, ide memberi nama bisa datang dari mana
saja. Bisa dari benda, kejadian, atau lokasi yang memiliki nilai sejarah
pribadi.
Jika Anda sedang merancang
nama untuk si kecil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Menemukan perpaduan
nama yang tidak pasaran tapi juga enak didengar memang menjadi tantangan
sendiri. Tips dari parentsindonesia.com
mungkin pilihan baik untuk dipertimbangkan.
Perpaduan nama orangtua. Ini
cukup menantang, karena Anda dan pasangan akan sibuk mengutak-atik nama berdua
sehingga enak didengar dan penuh arti. Salah satu pasangan selebritas Indonesia
yang memadukan nama beruda adalah Maudy Koesnaedi dan Erik Meijer. Pasangan ini
menamai anak mereka Eddy.
Perpaduan kultur. Perpaduan
nama yang berasal dari nama tokoh pewayangan dalam budaya Jawa bisa Anda temui
di berbagai buku nama bayi yang ada di toko buku atau berselancar di internet.
Hesty Soetrisno, ibu berusia 39 tahun dari Jakarta misalnya. Ia menamai
putranya Kevin Ramadhani Yudhistiro. Kevin diambil dari nama tokoh idola saya
Kevin Costner. Ramadhani diambil karena Kevin lahir di bulan Ramadhan,s
edangkan Yudhistiro nama tokoh pewayangan kegemaran suami,” katanya.
Perhatikan Inisial. Jika
nama anak sudah drancang dengan begitu bagus, periksa inisialnya. Nama seperti
Gwen Indira Liana Ariyanto, kemungkinan akan mengundang ejekan dari
teman-temannya karena jika disingkat menjadi G.I.L.A. Perhatikan juga inisial
yang memiliki kesamaan dengan kata dalam bahasa Inggris, seperti Danishwara
Olivia Gisella. Nama itu berinisial D.O.G.
Terlalu menggemaskan. Memberi
nama yang imut-imut mungkin terdengan mengemaskan. Namun bayangkan jika CEO
perusahaan Anda bernama Bambi. Apapun nama belakang atau nama keluarganya,
Bambi akan identik dengan karakter rusa perempuan di film kartun.
Sulit dibaca. Mengadopsi
nama impor agar terdengar lebih keren, kerap dilakukan orangtua. Namun,
perhatikan ejaan nama si kecil. Ejaan asing tentunya tidak familiar dengan
lidah semua orang. Contoh nama Citalic. Diambil dari nama suku bangsa Aztec,
Indian, yang berarti pahlawan perempuan. Lidah orang-orang akan menyebutnya
berbeda-beda mulai dari Sitalik, Citalik, Kitalik.